1.
Kitab Agama
Konghucu, Kitab Mencius III, 2 : 2
a)
Adil Gender
Dalam kitab
Mencius III, 2:2 diberi syarat, jika seorang istri dapat menuruti perintah
suaminya, bukan berarti suami dapat berbuat sehendak hatinya, namun suami
hendaklah dapat berbuat yang terbaik untuk istrinya. Bagi Konghucu sebaikny
suami bersikap sebagai seorang kuncu (manusia budiman) yang dapat menciptakan
keharmonisan dalam rumah tangga.
b)
Bias Gender
Istri yang baik itu adalah istri
yang tunduk dan patuh terhadap perintah suaminya, dan istri yang tidak baik
adalah istri yang selalu melanggar perintah suaminya. Jika seorang istri dapat
menuruti perintah suaminya, bukan berarti suami dapat berbuat sehendak hatinya,
namun suami hendaklah dapat berbuat yang terbaik untuk istrinya. Bagi konghucu
sebaiknya suami bersikap sebagai seorang kuncu (manusia budiman) yang dapat
menyiptakan keharmonisan dalam rumah tangga.
2.
Kitab Agama Buddha, Kitab Matugamasamyutta
Matugamasamyutta meupakan salah satu
ktab dalam Agama Buddha yang berisikan tentang khotbah Buddha mengenai wanita.
Matugamasayutta berasal dari dua kata yaitu Matugamodan Samyutto. Berdasarkan A
Dictionary of the Pali Languange, Matugamo berarti sejenis wanita atau seorang
wanita (Caesar, 1974:245). Sedangkan
Samyutto berarti gabungan atau kumpulan atau berhubungan (
Caesar,1974:444). Jadi, Matugamasamyutta berarti kumpulan atau gabungan sabda
Buddha tentang berbagai hal yang berkenaan dengan wanita.
a)
Bias Gender
Setiap orang pasti memiliki
kelemahan atau kekurangan namun disamping itusemua juga pasti ada kelebihan
atau kekuatan. Sama halnya dengan wanita. Wanita pun juga memiliki kekuatan
yang ada pada dirinya. Sabda Buddha dalam Matugamasamyutta menjelaskan bahwa
terdapat lima kekuatan pada diri wanita yaitu:
1.
Kekuatan
kecantikan (rupabalam)
2.
Kekuatan
kekayaan (bhogabalam)
3.
Kekuatan orang
tua dan anak saudara (natibalam)
4.
Kekuatan anak
(puttabalam)
5.
Kekuatan
moralitas (silabalam)
Kekuatan pertama adalah kekuata
kecantikan yang dalam Bahasa Pali disebut sering disebut rupabalam. Kecantikan
merupakan salah satu kekuatan wanita, oleh karena itu. Wanita selalu berusaha
untuk mempercantik dirinya. Kecantikan yang dimaksud tersebut tidak terbatas
pada kecantikan jasmani atau fisik melainkan juga kecantikan dalam batin
Kekuatan kekayaan bhogabalam
yaitu menjadi makmur. Dengan demikian wanita harus mencari penghasilan dan
menabung sehingga ia akan menjadi makmur. Wanita yang mandiri dan mampu
memenuhi kebutuhan sendiri tanpa bergantung pada orang lain akan membuat wanita
tidak di spelekan. Sebagai contoh ketika berumah tangga wanita tidak perlu
bergantungsepenuhnya pada suaminya. Karena dirinya mampu membantu ekonomi
keluarganya.
b)
Adil Gender
Pada dasarnya wanita mendapatkan
nafkah dari suaminya namun tidak ada salahnya jika wanita mampu berkarya di
luar rumah dan mampu berperan aktif dalam masyrakat, dengan demikian wanita
tidak hanya berkutat di dalam kehidupan rumah tangga saja. Selain itu wanita
juga mampu membantu suami agar tidak bekerja sendiri untuk kesejahteraan
keluarganya
Hidup berumah tangga merupakan kerjasama.
Baik dari pihak istri maupun suami sehingga apabila wanita apabila mampu perekonomian keluarga dengan bekerja di
luar rumah atau berkarirmaka hal ini bukan berarti bahwa wanita menyalahi
kodratnyasebagai wanita yang harus tinggal di rumah untuk mengurus pekerjaan
rumah tangga. Meskipun wanita mendapat kesempatan untuk berkarirhendaknya hal
ini tidak disalah artikan oleh wanita dengan tidak bertnggung jawab atas
tugasnya sebagai ibu rumah tangga.
3.
Kitab Tafsir
Amina Wadud
a)
Bias Gender
Salah satu isu yang di anggap nya
bias nilai-nilai keadilan gender adalah persoalan pembolehan poligami dalam
ayat 3. Menurut Amin, ayat ini menerangkan tentang bagaimana perlakuan terhadap
anak yatim, dimana sebagaian wali laki-laki yang mempunyai tanggung jawab untuk
mengelola kekayaan harta anak yatim perempuan, namun kebanyakan mereka tidak dapat berbuat adil terhadap anak
yatim. Maka ayat (4:3) tersebut adalah satu solusi yang dianjurkan untuk mencegah
penyalaguna dari berbuat tidak adil terhadap hak anak yatim .
b)
Adil Gender
Penciptaan manusia menurut Al Q ur’an dan kesetaraan laki-laki dan
wanita. meskipun terdapat perbedaan antara perlakuan terhadap dan perlakuan
terhadap wanita ketika Al Qur’an membahas penciptaan manusia, Amina berpendapat
tidak ada perbedaan nilai esensial yang di sandang oleh pria dan wanita. Oleh
sebab itu tidak ada indikasi bahwa wanita memiliki lebih sedikit atau lebih
banyak keterbatasan di banding pria.


0 komentar:
Posting Komentar